HIASAN UKIRAN DAN KALIGRAFI PADA BANGUNAN MASJID DALAM TINJAUAN KAIDAH AL-‘ĀDAH MUḤAKKAMAH

A. KHUSNUL, KHATIMAH (2024) HIASAN UKIRAN DAN KALIGRAFI PADA BANGUNAN MASJID DALAM TINJAUAN KAIDAH AL-‘ĀDAH MUḤAKKAMAH. Diploma thesis, IAI STIBA MAKASSAR.

[thumbnail of Khusnul Khatimah.pdf] Text
Khusnul Khatimah.pdf

Download (1MB)

Abstract

Sebuah masjid harus dibangun atas dasar takwa, yakni kebutuhan umat muslim dalam meningkatkan dan mengamalkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. Namun, saat ini banyak umat Islam bermegah-megahan dalam membangun masjid hanya untuk berbangga-banggaan antara satu masjid dengan yang lain, tetapi tidak memakmurkannya. Bahkan saat ini telah menjadi sebuah kebiasaan masyarakat, terutama masjid-masjid di Indonesia banyak sekali masjid yang dibangun dengan berbagai macam bentuk ukiran dan kaligrafi yang megah dan mewah. Permasalahan yang penulis angkat dalam penelitian ini yaitu: pertama, bagaimana hakikat hiasan ukiran dan kaligrafi dalam Islam, kedua, bagaimana hukum hiasan ukiran dan kaligrafi pada bangunan masjid dalam tinjauan kaidah al-‘Ᾱdah Muḥakkamah.
Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research) dengan metode pendekatan normatif dan pendekatan teoretik, dan historis. Metode dalam mengumpulkan data pada penelitian ini, penulis menggunakan metode studi kepustakaan atau library research yaitu pengumpulan data melalui hasil bacaan, penelusuran buku-buku maupun literatur lainnya yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti.
Hasil penelitian yang ditemukan adalah sebagai berikut: Pertama, hakikat hiasan ukiran dan kaligrafi dalam Islam keduanya merupakan perhiasan yang memperindah sebuah objek dan bangunan. Hiasan yang sering digunakan adalah bentuk seni yang fokus pada pola abstrak dan motif alam dan mencerminkan nilai-nilai keislaman. Namun terdapat larangan menghias dengan gambar yang membentuk menyerupai makhluk-makhluk hidup seperti manusia dan binatang. Menghindari gambar-gambar makhluk hidup juga agar terhindar dari tasyabbuh yang merupakan kebiasaan kaum Nasrani dan Yahudi. Kedua, hiasan ukiran dan kaligrafi bisa dilihat melalui kaidah al-‘Ᾱdah Muḥakkamah dalam tradisi Islam, menghiasi masjid dengan ukiran dan kaligrafi hukumnya dibolehkan dengan catatan tidak bermegah-megahan dengan menggunakan bahan yang mewah sehingga mengalihkan kekhusyukan jamaah saat beribadah, tidak menghamburkan harta apalagi menggunakan harta wakaf, hiasan tersebut tidak menyerupai makhluk hidup, serta tidak menyelisihi syariat Islam.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: 200 Agama > 2XX Islam > 2X4 Fikih, Hukum Islam > 2X4.02 Usul Fikih
Depositing User: Riska Riska Wulandari Wulandari
Date Deposited: 26 Aug 2025 11:17
Last Modified: 26 Aug 2025 11:17
URI: http://repository.stiba.ac.id/id/eprint/454

Actions (login required)

View Item
View Item