MUNIRA, MUNIRA and Muhammad, Saddam Nurdin and Muhammad, Saddam Nurdin and Muhammad, Saddam Nurdin (2024) ANALISIS KAIDAH AL-UMŪR BI MAQĀṢIDIHĀ DAN IMPLEMENTASINYA PADA BAI’ AL-WAFĀ’. Diploma thesis, IAI STIBA MAKASSAR.
Munira.pdf
Download (1MB)
Abstract
Pada zaman ini telah banyak transaksi jual beli yang marak terjadi di kalangan masyarakat salah satunya adalah jual beli bai’ al-wafā’. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sahnya hukum bai’ al-wafā’ jika ditinjau dari kaidah al-umūr bi maqāṣidihā. Permasalahan yang peneliti angkat dalam penelitian ini yaitu: pertama, Bagaimana pandangan ulama terhadap hukum bai’ al-wafā’, kedua, bagaimana implementasi kaidah fiqhiyyah al-umūr bi maqāṣidihā pada bai’ al-wafā’ bagi ulama yang membolehkannya.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pustaka (library research) yang bersifat kualitatif dengan tujuan untuk menggali teori-teori dasar dan konsep yang telah dikemukakan oleh para ahli terdahulu dan untuk memperoleh orientasi yang lebih luas mengenai topik penelitian serta menggunakan pendekatan deskriptif.
Hasil penelitian yang ditemukan adalah sebagai berikut: pertama, bai’ al-wafā’ merupakan jual beli yang dilakukan oleh dua pihak yang bertransaksi disertai dengan syarat bahwa barang yang telah dijual tersebut dapat dibeli kembali sampai tenggang waktu yang telah ditentukan tiba. Jual beli ini masih diperselisihkan hukumnya ada yang mengatakan hukumnya sah dan sebagian mengatakan hukumnya tidak sah. Mayoritas jumhur mutaqaddimīn di antara mereka Ḥanafi, Maliki, Syafi’i dan Ḥambali mengatakan bahwa bai’ al-wafā’ adalah jual beli yang batil (tidak sah). Sedangkan ulama mutaakhirīn dari kalangan ulama Ḥanafiah membolehkan bai’ al-wafā’. Kedua, Dalam menyikapi kontroversi seputar bai' al-wafā', penulis cenderung mendukung pandangan ulama yang memperbolehkannya. Argumen ini didasarkan pada prinsip bahwa dalam situasi mendesak, transaksi bai' al-wafā' dapat menjadi alternatif yang sah untuk menghindari praktik riba. Pendapat ini sejalan dengan pemikiran ulama mutaakhirīn dari ulama Ḥanafiyah. Peneliti mengadopsi kaidah fikih al-umūr bi maqāṣidihā sebagai landasan untuk memvalidasi bai' al-wafā' sebagai solusi pembiayaan yang selaras dengan prinsip syariah. Penerapan kaidah ini pada bai' al-wafā' menekankan bahwa keabsahan transaksi ini bergantung pada niat mukallaf (individu yang dibebani kewajiban syariat). Dengan demikian, niat menjadi faktor penentu dalam menilai keabsahan akad bai' al-wafā'. Transaksi ini dapat dianggap sah jika dilakukan dengan niat yang benar dan tujuan yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, terutama dalam konteks menghindari praktik riba dan memenuhi kebutuhan finansial yang mendesak.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | 200 Agama > 2XX Islam > 2X4 Fikih, Hukum Islam > 2X4.2 Muamalah |
| Depositing User: | Riska Riska Wulandari Wulandari |
| Date Deposited: | 26 Aug 2025 12:25 |
| Last Modified: | 26 Aug 2025 12:25 |
| URI: | http://repository.stiba.ac.id/id/eprint/466 |
IAI STIBA Repository
